Pages

Senin, 16 Maret 2015

Melawan Nasehat Orangtua, Membawaku Dalam Penyesalan



Di akhir masa SMA ku, aku mencintai pria yang aku anggap sebagai jodohku. Dirinya begitu terlihat sempurna di mataku. Namun sayangnya orangtuaku tidak melihat kesempurnaan itu hingga melarang hubungan kami. Saat itu aku begitu marah, aku marah karena orangtuaku tidak mengerti keinginan anaknya.
Tidak menginginkan anaknya bahagia dengan pilihannya sendiri.

Aku tidak memperdulikan nasehat mereka, aku menutup telinga apabila mereka berusaha menyadarkanku.
saat itu yang aku rasakan hanya amarah, amarah yang pada akhirnya hanya membuatku melawan nasehat orangtua. Aku tidak memikirkan perasaan mereka, yang aku pikirkan hanya tentang cintaku kepada pria itu.
Meskipun mereka melarangku, tetapi itu tidak mengakhiri hubunganku dengannya.

Saat itu cinta telah membutakanku, yang aku pikirkan hanya ingin bersamanya, bersama dia yang sangat aku cinta. Hingga setanpun meruntuhkan imanku, hingga terjadi hal yang tidak bisa dipungkiri.
Kala itu aku sangat sangat menyesal, menyesal menorehkan luka yang begitu dalam kepada orangtuaku,
namun aku tidak bisa melakukan apapun selain menyesalinya.

Setelah itu, peranku pun berganti menjadi seorang istri dan seorang ibu dari gadis kecil yang sangat cantik.
namun kehidupanku tidak seperti apa yang aku khayalkan dulu..
pria itu tidak bertanggung jawab atas diriku dan anakku..
dia bersikap sesuka hati seakan tidak memiliki kami..

Entah setan apa yang merasuki dulu, sehingga melihatnya begitu sempurna bahkan menolak nasehat baik untukku hanya demi dirinya !
Sedih memang sangat sedih, sakit memang sangat sakit, tapi aku harus kuat.
karena putri kecilku membutuhkanku.. aku harus tetap menjalani hidup karena senyumannya mampu mengobati kesakitan ini.

Aku bersyukur karena Allah sangat baik kepadaku, meski aku telah melakukan kesalahan yang besar di masa dahulu. Namun Allah msih memberiku kesempatan untuk bisa memperbaiki kesalahanku itu dengan memberi umur panjang kepada orangtuaku. setidaknya aku masih bisa meminta maaf dan berusaha memperbaiki semuanya, meski ku tau luka itu tidak akan mungkin terhapuskan.
tetapi harapanku semoga di akhir hidupku, aku masih bisa membahagiakan mereka..

sekian cerita hidup aku, semoga kamu tidak mengalami kisah yang sama.
jaga dirimu dari godaan setan, dengarkan nasehat orangtuamu sebelum penyesalan datang di hidupmu.

*cerita ini terinspirasi dari kisah nyata, tanpa ada yang dikurangi atau dilebih-lebihkan.
terima kasih kepada saudariku untuk mengizinkannya berbagi dengan kita semua..
cerita ini menjadi pelajaran bagi kita, khususnya wanita..
agar tidak mudah terbuai rayuan laki-laki yang tidak bertanggung jawab.

Share This Article


Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t  

37 komentar:

  1. orang tua memang selalu berusaha memberikan yang terbaik buat anaknya, jangan berkecil hati, mungkin itu sudah jalannya.terkadang apa yang kita bayangkan tak sesuai dengan harapan yang terjadi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas bner, sekarang saatnya memperbaiki semuanya ya :o

      Hapus
    2. sama saya juga kadang ga nurut sama orang tua, orang tua nyuruh ini saya gamau.kita kan juga udah dewasa udah punya pilihan.kita juga harus tau konsekuensi sebelum melakukan sesuatu..

      Hapus
    3. IYAP mas, sebelum memutuskan ssuatu kita harus berani menerima segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

      Hapus
  2. mendengarkan nasihat orang tua, menurut saya penting sekali, orang baik yang tidak mendengarkan nasihat, akan menjadi orang yang tidak baik, jadi belajarlah dari pengalaman orang tua atau guru atau orang yang lebih tua, agar tidak terjadi kesalahan yang sama di kemudian hari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyap mas setuju banget, krna nasehat mereka sbrnya demi kebaikan kita sendiri :o

      Hapus
  3. Alhamdulillah, semoga istiqomah di jalan Allah Subnanahu wa Ta'ala

    BalasHapus
  4. Emang gitu yaaa... Kalau nggak dapet restu orang tua, sulit buat dapet mendapat berkah di kemudian hari....

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya mas, mknya sebisa mungkin ikutin aja apa kata orang tua :o

      Hapus
  5. Emang gitu yaaa... Kalau nggak dapet restu orang tua, sulit buat dapet mendapat berkah di kemudian hari....

    BalasHapus
  6. Orang tua yang baik tidak akan menjerumuskan anaknya ke dalam lembah kesesatan.. cerita diatas smoga menjadi sebuah pelajaran untuk kita semua. terutama untuk orang yg sedang kasmaran dan sedang dibutakan oleh cinta :d

    BalasHapus
  7. Itulah mengapa kita disuruh mencintai sekedarnya saja dan membenci juga sekedarnya saja. Biar gimanapun orang tua itu selalu inginkan yang terbaik untuk anaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, setuju, tidak ada orangtua yang tidak ingin anaknya bahagia :d

      Hapus
  8. terkadang nasihat orang tua itu banyak benarnya ketimbang salahnya, kisah di atas hampir mirip sih yang saya alami, hmmm jadi sedih,

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba bner, karena beliau sudah banyak memakan asam garam jd lbih bijak. aduh jangan sedih mba vina, yg pnting kan skrng mba vina sdh melewati itu smua :h

      Hapus
  9. Perkongsian yang baik, semoga menjadi renungan kita tuk berbakti pada ayah bunda...

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin ya rabbal alamin.. smga bisa jd renungan untuk semuanya :)

      Hapus
  10. cerita seperti ini yang saya takuti.. semoga tidak terjadi lagi hal2 seperti ini, pada siapa pun itu..

    salam kenal ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bner mba, jangan sampai hal ini terjadi lagi.. :d

      salam kenal kembali mba helni :o

      Hapus
  11. nasehat orang tua tidak ada yang salah, sebagian besar orang tua pasti ingin anaknya menjadi yg terbaik dan selalu di jalan yang benar, jalan menuju surga alloh s.w.t. semoga kita selalu dalam lindungan alloh s.w.t

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas bner, dngrin apa kata orngtua aja.

      amin amin ya rabbal alamin :)

      Hapus
  12. nah itulah g ada orang tua yang mau anaknya terluka dan merana. apalagi kalo sudah jadi orang tua perjuangan si emak sama si papah itu terasa bingitssss.

    BalasHapus
  13. orang tua kadang kaku dengan nasehatnya, tapi kalau dipikir pikir ada bener nya juga

    BalasHapus
  14. Peria itu benar-benar bejat tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah di perbuat.!!
    Oh ya blog anda sudah saya follow mohon follow juga blog saya ya :)

    BalasHapus
  15. orang tua memang harus didengar nasehatnya, banyak hal yang mereka lebih jauh pandangannya kedepan, jadi lebih paham mana yg baik dan yg buruk..
    jadi bahan pelajaran untuk kita semu, semoga tidak hanya melihat bungkus, cek isinya :)

    BalasHapus
  16. Disitu kadang saya merasa sedih kalo ga dengerin nasehat ortu.

    BalasHapus
  17. nasihat orang tua itu selalu benar :) makannya kalo orang tua lagi nasehatin kita dengerin :D orang tua banyak ngasih nasehat itu orang tua sangat sayang kepada anaknya bukan berarti dia benci atau apa melainkan orang tua ingin anaknya menjadi yang lebih baik :)

    BalasHapus
  18. Ya sebab orangtua memang lebih berpengalaman daripada kita, mereka menasehati kita juga ada sebab yang menurut analisa firasat dan pengalaman mereka agar anaknya tidak menyesal.

    Kalau sudah begini, diambil hikmahnya aja.

    Semoga kita kedepannya jauh lebih baik lagi, aamiin.

    BalasHapus
  19. Penyesalan selalu datang terakhir, bersykur jika kita masih diberikan waktu untuk memperbaiki masalah,

    sejatinya nasehat orangtua adalah yang terbaik untuk kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebuah nasehat orang tua adalah jalan menuju pencerahan abadi dan kita kadang terlambat menyadarinya.

      Hapus
  20. orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. kalo dilihat dari sudut pandang saya, sepertinya tokoh utama wanita dalam cerita ini sejak awal memang sudah salah pilih pasangan. pantas saja orang tua si wanita kurang suka mungkin karena sudah melihat gelagat tak baik dari prianya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. kesalahan itu akan selalu ada dalam hidup...tinggal kita mau atau tidak memperbaikinya.

      Hapus
  21. sebuah kisah perjalanan hidup yang mengharukan. tapi salah bagaimanapun, selama itu ada niat untuk memperbaiki, maka itu akan lebih baik dan kita telah mendapat banyak dari perjalanan itu. mumpung orang tua masih hidup, ada baiknya kita meminta maaf dan membahagiakan beliau sampai akhir hayatnya.

    BalasHapus
  22. Terkadang terlintas pemikiran seperti ini "jodoh itu di tangan mama, kalau mama tidak setuju berarti bukan jodoh kita" :(

    BalasHapus
  23. Orang tua itu ga mau sampe anaknya salah pilih pasangan, orang tua pastinya ingin yang terbaik buat anaknya.. begitulah kadang yang dinamakan cinta buta. tidak peduli orang lain berkata apa, yang penting aku sama kamu hhe.. tapi ya nasi sudah menjadi bubur, ambil hikmahnya.. dan buat kita kita belajar lah dari pengalaman yang sudah sudah :D

    BalasHapus